Selasa, 25 Desember 2012

TULISAN Ke-15

Nama     : Eka Sari Tilawati
Kelas     : 3EB20
NPM     : 22210296



JASA AKUNTANSI ONLINE SEBUAH INOVASI MASA KINI


Pernahkah Anda membayangkan bahwa untuk membuat laporan keuangan sebuah perusahaan, tak perlu adanya interaksi secara langsung antara pihak perusahaan dengan staf akuntansi. Yang dibutuhkan hanyalah media penghubung antara dua pihak yang berkepentingan tersebut.
Jasa akuntansi online tidak sama dengan jasa audit yang notabene kantornya disebut dengan Kantor Akuntan Publik. Bila jasa akuntansi adalah jasa dalam hal pembuatan laporan keuangan dan hal-hal yang terkait dengannya, maka jasa audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik adalah jasa untuk memeriksa laporan keuangan. Dua-duanya memiliki fungsi yang berbeda.
Jasa Akuntansi Online?
Jasa akuntansi online yang dimaksud adalah jasa akuntansi yang diberikan oleh perusahaan jasa konsultan di bidang akuntansi kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Jasa konsultan di bidang akuntansi yang dimaksud adalah jasa konsultan akuntansi yang meliputi jasa: pembuatan laporan keuangan, layanan pajak, dan pembenahan laporan keuangan yang kurang tepat.
Jasa akuntansi online bisa dilakukan via online. Dalam artian bisa jadi klien dari jasa konsultan akuntansi tersebut berada jauh di luar kota sehingga segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan dilakukan secara online dengan bantuan internet.
Mungkin sebagian dari kita akan mengernyitkan dahi ketika mendengarnya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi. Bukankah transaksi semacam itu sangat rentan terlebih pembuatan laporan keuangan berhubungan erat dengan pengungkapan rahasia perusahaan. Bagaimana bila konsultan tidak bisa menjaga rahasia klien dan mempergunakannya untuk kepentingan pribadi. Hal-hal semacam itu mungkin akan muncul di benar sebagian orang ketika mendengar tentang jasa akuntansi yang bisa dilakukan secara online. Tak bisa disalahkan namun janganlah menutup kemungkinan bahwa hal yang sebelumnya tidak bisa dilakukan sekarang bisa dilakukan dan kesalahanpun bisa diminamilisir bila benar-benar berhati-hati.
Mengapa Jasa Akuntansi Online?
Adanya jasa akuntansi online sebenarnya akan menguntungkan dua belak pihak baik pihak perusahaan maupun pihak konsultan (penyedia jasa akuntansi). Mari kita bahas satu persatu apa saja keuntungan yang akan didapat dari masing-masing pihak sehubungan dengan penggunaan jasa akuntansi online.
  1. Manfaat bagi Perusahaan Pengguna (Klien atau User)
Perusahaan tak perlu merekrut pegawai atau staf yang bertugas membuat laporan keuangan. Bilapun perusahaan memiliki staf akunting maka jumlahnya tak harus banyak. Dalam hal ini, perusahaan bisa menghemat biaya untuk menggaji pegawai tetap. Perusahaan tak perlu membayar tunjangan pegawai, bonus karyawan bagian akuntansi, serta hal-hal yang berhubungan lainnya karena tugasnya sudah tergantikan oleh perusahaan jasa akuntansi online. Tak bisa dipungkiri bahwa kadang-kadang pengeluaran perusahaan terpakai untuk kapasitas menganggur. Dengan menggunakan jasa akuntansi online, perusahaan bisa menghemat biaya tetap dan mengalokasikan dana tersebut untuk kepentingan lainnya.
  1. Manfaat bagi Pihak Penyedia Jasa (Konsultan)
Sedangkan manfaat bagi perusahaan jasa akuntansi (konsultan akuntansi) yaitu tentu saja mereka bisa belajar dari banyak klien yang mereka tangani. Tak seperti staf akunting yang bertanggung jawab pada perusahaan tertentu, perusahaan jasa akuntansi online memiliki beberapa klien yang mungkin memiliki ciri dan karakter yang berbeda. Hal tersebut merupakan keuntungan tersendiri karena perusahaan jasa akuntansi online tersebut mendapat kesempatan untuk mengembangkan jaringan ke berbagai macam perusahaan dengan jenis yang berbeda. Hal tersebut bisa dikatakan cukup bagus dalam perkembangan perusahaan jasa akuntansi online ke depannya.

Tantangan yang Harus Diperhatikan
Meskipun memiliki manfaat yang cukup krusial, namun tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan jasa akuntansi online memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut harus diperhatikan bagi siapa saja yang ingin membuka jasa akuntansi online. Beberapa tantangan tersebut di antaranya adalah:
  1. Sulitnya membangun kepercayaan terlebih kegiatan usaha yang dilakukan adalah secara online
Yang pertama tentu saja adalah masalah kepercayaan. Bagaimanapun juga, membangun kepercayaan kepada klien itu tidak mudah, terlebih bila kita sama sekali belum mengenal klien tersebut. Namun, tidak mudah bukan berarti tidak bisa dilakukan bukan. Itu sebabnya, yang harus dilakukan oleh perusahaan jasa akuntansi online adalah memastikan kepada klien bahwa perusahaannya bukanlah perusahaan fiktif. Bagaimana caranya?
  1.  
    1. Perusahaan harus memiliki website dengan keterangan yang jelas dan lengkap. Sebaiknya perusahaan tak menggunakan jasa blog gratisan karena hal tersebut akan berpengaruh kepada kepercayaan publik. Disarankan perusahaan jasa akuntansi online memiliki website tersendiri. Sekarang ini sudah banyak website berbayar yang berharga tidak terlalu mahal.
    2. Meskipun jenis perusahaannya tergolong perusahaan virtual, namun alangkah baiknya bila perusahaan jasa akuntansi online tersebut juga memiliki kantor yang dipergunakan untuk kegiatan operasional sehari-hari. Kantor tak perlu mewah yang penting rapi. Adanya kantor secara nyata akan membuat klien percaya bahwa perusahaan jasa tersebut benar-benar ada. Terlebih biasanya klien yang lokasinya tak terlalu jauh dengan perusahaan jasa tersebut akan lebih suka datang langsung kepada perusahaan.
  2. Mendapatkan klien tak semudah membalikkan telapak tangan
Bagaimana cara mendapatkan klien? Bila perusahaan jasa akuntansi online masih baru saja berdiri maka jangan membayangkan akan mendapatkan klien perusahaan besar karena biasanya perusahaan besar “benteng pertahanannya” sangat kuat dan sedikit susah ditembus pihak ketiga. Tentu saja alasannya karena mereka memiliki banyak rahasia yang tak ingin diketahui publik. Itu sebabnya, perusahaan jasa tersebut bisa memulai dari perusahaan dengan skala kecil dan menengah terlebih dahulu. Bila perlu perusahaan perseorangan. Mengapa tidak?
Banyak sekali perusahaan-perusahaan kecil menengah yang masih kacau dalam hal pelaporan keuangan. Sementara untuk menggaji staf akuntansi mereka berpikir dua kali karena harus mengeluarkan fix cost setiap bulannya. Itu sebabnya menjadikan perusahaan berskala kecil dan menengah sebagai target awal perusahaan jasa akuntansi online adalah hal yang tepat.
  1. Tim yang solid dan memiliki kemampuan yang memadai
Kemampuan para “peramu” laporan keuangan yang ada dalam perusahaan jasa akuntansi online harus bisa dipertanggungjawabkan. Itu sebabnya, demi reputasi baik perusahaan jasa akuntansi online, sudah seharusnya bila tim yang dimiliki adalah tim yang solid dan memiliki kemampuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

TULISAN Ke-14

Nama     : Eka Sari Tilawati
Kelas     : 3EB20
NPM     : 22210296



PRINSIP PENGAKUAN PENDAPATAN

Permasalahan utama dalam akuntansi untuk pendapatan adalah menentukan saat pengakuan pendapatan.  Pada prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognation principle), umumnya pendapatan diakui pada saat (1) direalisasikan atau dapat direalisasikan dan (2) dihasilkan (earned).  Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa:
  1. Pendapatan dianggap direalisasikan apabila barang dan jasa, barang dagangan, atau harta lain ditukar dengan kas atau klaim atas kas; Pendapatan dianggap dapat direalisasikan apabila aktiva yang diterima dalam pertukaran segera dapat konversi (siap ditukar) menjadi kas atau klaim atas kas dengan jumlah yang diketahui;
  2. Pendapatan dianggap dihasilkan (earned) apabila entitas bersangkutan pada hakikatnya telah menyelesaikan apa yang seharusnya dilakukan untuk mendapat hak atas manfaat yang dimiliki oleh pendapatan itu, yakni apabila proses menghasilkan laba telah selesai atau sebenarnya telah selesai.


Empat transaksi pendapatan telah diakui sesuai dengan prinsip di atas, yaitu :
  1. Pendapatan dari penjualan produk diakui pada tanggal penjualan, yang biasanya diinterpretasikan sebagai tanggal penyerahan pada pelanggan.
  2. Pendapatan dari pemberian jasa diakui ketika jasa diakui ketika jasa-jasa itu telah dilaksanakan dan dapat ditagih.
  3. Pendapatan dari mengizinkan pihak lain untuk menggunakan aktiva perusahaan seperti bunga, sewa dan royalti diakui sesuai dengan berlakunya waktu atau ketika aktiva itu digunakan.
  4. Pendapatan dari pelepasan aktiva selain produk diakui pada tanggal penjualan.

Pengukuran pendapatan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima.

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 tentang pendapatan menyatakan bahwa pendapatan timbul dari peristiwa ekonomi berikut ini : (1) Penjualan barang; (2) Penjualan jasa; (3) Penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga, royalty, dan deviden.

Pendapatan dari penjualan barang harus diakui jika :
  1. Perusahaan telah memindahkan resiko secara signifikan dan telah memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli;
  2. Perusahaan tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual;
  3. Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal;
  4. Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan mengalir kepada perusahaan tersebut; dan
  5. Biaya yang terjadi dan akan terjadi sehubungan dengan transaksi dapat diukur dengan andal.

Pendapatan yang berhubungan dengan transaksi penjualan jasa yang dapat diestimasi dengan andal (bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakaiannya sebagai pemakaian yang tuluis dan jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan) harus diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada tanggal neraca.

Suatu transaksi dapat diestimasi dengan andal jika :
  1. Besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh perusahaan;
  2. Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi dari tanggal neraca dapat diukur dengan andal;
  3. Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;
  4. Biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut dan biaya untuk penyelesaian transaksi tersebut dapat diukur dengan andal.

Bila transaksi yang meliputi penjualan jasa tidak dapat diestimasi dengan andal, pendapatan yang diakui hanya berkaitan dengan beban yang telah diakui yang dapat diperoleh kembali.

Pendapatan yang timbul dari penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga, royalty, dan dividen harus diakui atas dasar :
  1. Bunga harus diakui atas dasar proporsi waktu yang memperhitungkan hasil efektif aktiva tersebut;
  2. Royalty harus diakui atas dasar akrual sesuai dengan substansi perjanjian yang relevan; dan
  3. Dalam metode biaya (cost method), dividen tunai diakui bila hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan.

Pengakuan atas dasar tersebut dilakukan bila :
 (1) besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh perusahaan; dan
 (2) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.

Namun bila ketidakpastian timbul tentang kolektibilitas sebesar jumlah yang telah masuk dalam pendapatan, jumlah yang tidak dapat ditagih, atau jumlah pemulihannya atau pengembaliannya tidak lagi besar kemungkinan, diakui sebgai beban, dari pada penyesuaian jumlah pendapatan yang diakui semula.

Semua pernyataan di atas mengurai sifat konseptual dari pendapatan dan merupakan dasar akuntansi untuk transaksi pendapatan.  Dalam praktik-praktik pengakuan pendapatan, adakalanya pendapatan diakui pada saat lain dalam proses menghasilkan laba, yang sebagian besar diakibatkan oleh (1) keinginan untuk mengakui lebih awal (recognize earlier) jika terdapat tingkat kepastian yang tinggi mengenai jumlah pendapatan yang dihasilkan dan (2) keinginan untuk menangguhkan pengakuan pendapatan jika tingkat ketidakpastian mengenai jumlah pendapatan atau biaya cukup tinggi, atau jiak penjulan bukan merupakan penyelesaian yang substansial dari proses menghasilkan laba.

Pengakuan pendapatan yang sering dilakukan perusahaan menurut Kieso, dkk (2002:5) terdiri dari : 
(1) Pengakuan pendapatan pada saat penjualan (penyerahan);
(2) Pengakuan pendapatan sebelum penyerahan;
(3) Pengakuan pendapatan setelah penyerahan;
(4) Pengakuan pendapatan untuk transaksi penjualan khusus – waralaba dan konsinyasi.  Berikut penjelasan dari keempat pengakuan pendapat di atas :

1. Pengakuan pendapatan pada saat penjualan (penyerahan)  
Pendapatan dari aktivitas pabrikasi serta penjualan umumnya diakui pada saat penjualan (point of sell) yang biasanya berarti terjadi penyerahan.  Namun timbul masalah dalam pelaksanaannya yang disebabkan oleh tiga situasi yaitu :
a) Penjualan dengan Perjanjian Beli Kembali
Dalam situasi ini, hak milik legal telah berpindah pada pembeli namun resiko kepemilikan tetap berada pada penjual.  Untuk itu jika terjadi perjanjian beli kembali dengan harga tertntu dan harga tersebut dapat menutupi semua biaya persediaan ditambah biaya kepemilikan yang terkait, maka persediaan dan kewajiban yang terkait itu tetap ada dalam pembukuan penjualan dengan kata lain tidak terjadi penjualan.

b) Penjualan dengan hak retur
Perlakuan akuntansi untuk situasi seperti ini sebenarnya normal, namun jika tingkat retur tinggi maka perlu dilakukan penundaan pelaporan penjualan sampai hak retur habis masa berlakunya.  Untuk itu terdapat tiga metode pengakuan pendapatan alternative jika penjual mengalami situasi ini yaitu : (1) Tidak mencatat penjualan sampai seluruh hak retur habis masa berlakunya; (2) Mencatat penjualan, tetapi mengurangi penjualan dengan estimasi retur dimasa depan; dan (3) Mencatat penjualan serta memperhitungkan retur pada saat terjadi.

Jika terjadi penjualan dengan hak retur maka pendapatan dari transaksi penjualan diakui pada saat penjualan jika memenuhi keenam kondisi sebagai berikut : (1) Harga penjual kepada pembeli relatif tetap (fixed) atau dapat ditentukan pada tanggal penjualan; (2) Pembeli sudah membayar penjual, atau pembeli berkewajiban untuk membayar penjual, dan kewajiban itu tidak bergantung pada penjualan kembali produk tersebut; (3) Kewajiban pembeli pada penjual tidak akan berubah apabila terjadi pencurian atau kerusakan atau rusaknya fisik produk; (4) Pembeli yang memperoleh produk untuk dijual kembali memiliki substansi ekonomi yang terpisah dari yang diberikan oleh penjual; (5) Penjual tidak memiliki kewajiban yang signifikan atas kinerja masa depan yang secara langsung menyebabkan penjualan kembali produk itu oleh pembeli; dan (6) Jumlah retur dimasa depan dapat diestimasi secara layak.

Jika pendapatan penjualan dan harga pokok penjualan tidak diakui karena keenam kondisi tidak dipenuhi harus diakui ketika hak retur secara substansial telah habis masa berlakunya atau kemudian keenam kondisi ini dapat dipenuhi.

c)    Trade Loading
Trade Loading dan Channel Stuffing merupakan praktik yang gila; licik; dan tidak ekonomis; melalui praktik ini pabrikan membujuk (dengan penjualan, laba, dan pangsa pasar yang sebenarnya tidak mereka miliki) pelanggan mereka untuk membeli produk dari pada yang bisa mereka jual kembali atau dengan kata lain mencatat pembukuan hari ini untuk pendapatan yang akan datang.

2. Pengakuan pendapatan sebelum penyerahan  
Contoh yang paling konkrit dari pengakuan pendapatan sebelum penyerahan adalah ”akuntansi kontrak konstruksi jangka panjang”.  Kontrak jangka panjang sering kali menetapkan bahwa penjual (kontraktor) dapat menagih pembeli pada selang waktu ketika berbagai tahap  dari proyek yang telah dicapai.  Terdapat dua metode akuntansi untuk kontrak kontruksi jangka panjang yang diakui oleh profesi akuntansi, yaitu :

a)    Metode persentase penyelesaian
Pendapatan dan laba kotor  diakui setiap periode berdasarkan kemajuan proses kontruksi, yaitu persentase penyelesaian.
Metode ini digunakan hanya jika estimasi kemajuan kearah penyelesaian, pendapatan, serta biaya secara layak dapat dipercaya, dan memenuhi syarat-syarat  berikut : (1) Kontrak itu secara jelas menetapkan hak-hak yang dapat dipaksakan pemberlakuannya mengenai barang atau jasa yang diberikan dan diterima oleh pihak yang terlibat dalam kontrak, imbalan yang akan dipertukarkan, serta cara dan cara penyelesaian; (2) Pembeli dapat diharapkan untuk memenuhi semua kewajiban dalam kontrak; dan (3) Kontraktor dapat diharapkan untuk melaksanakan kewajiban kontraktual tersebut.

b)    Metode kontrak selesai
Pendapatan dan laba kotor hanya diakui pada saat kontrak diselesaikan.
Metode ini hanya digunakan (1) Jika suatu entitas terutama memiliki kontrak jangka pendek, atau (2) Jika syarat-syarat untuk menggunakan metode persentase penyelesaian tidak dapat terpenuhi, atau (3) Jika terdapat bahaya yang melekat dalam kontrak  itu di luar resiko bisnis normal dan berulang.

3. Pengakuan pendapatan setelah penyerahan
Dalam beberapa kasus, hasil penagihan atas harga jual tidak dapat dipastikan secara layak sehingga pengakuan pendapatan akan ditangguhkan.  Ada dua metode yang dapat digunakan dalam menagguhkan pengakuan pendapatan sampai kas diterima, yaitu : (1) Metode akuntansi penjualan cicilan dan (2) Metode pemulihan biaya.

a)    Metode akuntansi penjualan cicilan (installment sales method)   
Dalam metode akuntansi penjualan cicilan mengakui laba dalam periode penagihan bukan dalam periode penjualan.  Metode akuntansi penjualan cicilan dibenarkan atas dasar bahwa jika tidak ada pendekatan yang layak untuk mengestimasi tingkat ketertagihan, pendapatan tidak boleh diakui sampai kas berhasil ditagih.

b)    Metode pemulihan biaya (cost recovery method)
Dalam metode pemulihan biaya, tidak ada laba yang diakui sampai pembayaran kas oleh pembeli melebihi harga pokok barang dagang yang dijual bagi penjual.  Setelah seluruh biaya dipulihkan, setiap penagihan kas tambahan dimasukkan dalam laba.  Laporan laba rugi untuk periode penjualan melaporkan pendapatan penjualan, harga pokok penjualan, serta laba kotor baik jumlah yang diakui selama periode berjalan maupun jumlah yang ditangguhkan.  Laba kotor yang ditangguhkan dikurangkan dari piutang terkait dengan neraca.  Laporan laba rugi selanjutnya melaporkan laba kotor sebagai pos pendapatan terpisah apabila laba kotor diakui pada saat dihasilkan.

Dalam beberapa situasi kas diterima sebelum penyerahan atau pengalihan properti dan dicatat sebagai simpanan karena transaksi penjualan tersebut belum selesai.  Cara ini disebut metode simpanan (deposit method).  Menurut metode ini penjualan melaporkan kas yang diterima dari pembeli sebagai uang tanggungan atas kontrak dan mengklasifikasikannya dalam neraca.  Selain itu, penjual juga mencatat beban penyusutan sebagai biaya periode untuk properti tersebut. Menurut metode ini tidak ada pendapatan atau laba yang harus diakui sampai penjualan selesai.  Pada saat itu akun simpanan ditutup dan salah satu metode pengakuan pendapatan diatas diterapkan.

4. Pengakuan pendapatan untuk transaksi penjualan khusus
a)    Waralaba
 Peruasahaan waralaba memperoleh pendapatan dari sumber-sumber berikut, yaitu : (1) dari penjualan waralaba awal dan aktiva atas jasa terakit; dan (2) dari iuran (fee) berkesinambungan yang didasarkan pada pengoperasian waralaba. Franchisor adalah pihak yang memberikan hak bisnis dalam waralaba, dan franchisee adalah pihak yang megoperasikan bisnis warlaba.

Dalam perjanjian waralaba iuran awal dicatat sebagai pendapatan hanya bila dan ketika franchisor melaksanakan pelaksanaan substansial jasa yang wajib ia laksanakan dan penagihan iuran dapat dipastikan secara layak.  Iuran waralaba yang berkesinambungan diakui sebagai pendapatan saat dihasilkan dan dapat ditagih dari franchisee.

b)    Konsinyasi
Dalam perjanjian konsinyasi,  Consignor (pabrikan) mengirim barang dagang kepada Consignee (dealer) yang bertindak sebagai agen yang menerima barang dagang dan setuju untuk menjual dan menjaga barang tersebut.  Kas yang diterima dari pelanggan dikirim kepada consignor setelah dikurangi komisi penjualan dan semua beban yang dapat dikenakan.

Pendapatan hanya diakui setelah consignor menerima pemberitahuan penjualan dan pengiriman kas dari consignee.

TULISAN Ke-13

Nama    : Eka Sari Tilawati
Kelas    : 3 EB 20
NPM    : 22210296



Neraca Saldo
A. PENGERTIAN
Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar.Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.

 
B. FUNGSI
Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat.

 
C. BENTUK

 
NERACA SALDO
Nama Rekening  
No. Rekening 
Debet 
Kredit 





































 

 
Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut:
  1. Aktiva Lancar
  2. Aktiva Tetap
  3. Aktiva Lain-lain
  4. Hutang Lancar
  5. Hutanng Tidak Lancar
  6. Ekuitas
  7. Pendapatan Operasi
  8. Pendapatan Non Operasi
  9. Beban Operasi
  10. Beban Non Operasi